Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Apr
Film The Greatest Showman adalah salah satu film musikal yang populer pada tahun 2017. Film tersebut menceritakan seorang visioner yang bangkit dari nol untuk menciptakan tontonan sensasional di seluruh dunia. Pemain utamanya adalah Hugh Jackman sebagai P. T. Barnum.
Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Surabaya, mengadakan diskusi mengenai film The Greatest Showman pada hari Senin, 13 April 2026. Lokasinya di Gedung R. Ing Soekonjono, Auditorium lantai 6. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi semester 2 program studi Ilmu Komunikasi yang mengambil mata kuliah Dasar-Dasar Kehumasan. Pembahasan mengenai pelajaran yang dapat diambil dari film The Greatest Showman dikaitkan dengan mata kuliah Dasar-Dasar Kehumasan.
Awal acara di kampus Universitas 17 Agustus 1945 dimulai dengan nyanyian lagu Indonesia Raya. Mahasiswa dan mahasiswi menyanyikan lagu kebangsaan dengan segenap hati dan berdiri tegak. Kemudian dilanjutkan dengan nyanyian lagu Hymne Untag Surabaya. Narasumber yang hadir ialah Cahyo Hamaderingrama, M.Med.Kom., selaku Head of Production House PT Kolaborasi Asik Cipta Kreasi, dan Dr. Ni Putu Yunita Anggreswari, S.I.Kom., M.Med.Kom., selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi Undiknas Bali. Kemudian dimulailah sesi nonton bareng mahasiswa dan mahasiswi beserta dosen dan narasumber menonton bersama film The Greatest Showman seperti nonton bioskop.
Wakil Dekan Fisip Untag Surabaya bernama Mohammad Insan Romadhan., S.I.Kom., M.Med.Kom menemani narasumber-narasumber dengan mengawali menceritakan tentang media massa yang melakukan publikasi pabrik pertunjukan ke publik. Itulah yang dilakukan dalam pelajaran kehumasan. Pak Cahyo selaku narasumber mengambil interest dari humas perusahaan swasta maupun perusahaan negeri.
Sementara, menurut narasumber selanjutnya yaitu Bu Yunita melihat perspektif lain dengan melakukan analisis film The Greatest Showman. Hal yang dikatakan oleh Yunita Anggreswari “Film sebagai media penyampaian pesan yang mengandung nilai inform, influence, educate, entertain. Film The Greatest Showman merupakan bentuk komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, namun juga penggambaran pesan sosial. Film tersebut mengangkat isu diskriminasi, self acceptance (lagu: "This Is Me"), dan inklusivitas dalam masyarakat”. Beliau juga mengambil pesan dari film tentang identitas bahwa perbedaan satu sama lain bersatu di panggung untuk tampil secara bebas.
Melalui film The Greatest Showman, mahasiswa tidak hanya mendapat hiburan, tetapi juga pelajaran berharga tentang strategi humas dengan cara membangun narasi positif, mengelola persepsi publik, dan merayakan perbedaan. Kegiatan ini menjadi langkah konkret UNTAG Surabaya dalam mengintegrasikan literasi media dengan pendidikan kehumasan yang kontekstual dan inspiratif.
(Pramodya)