26

Feb

Hadi Firman Zyah Raih Prestasi di Jakarta Arisaka Championship 2025, Jalani Latihan Rutin dan Fokus

Jakarta Arisaka Championship 2025 yang digelar di Jakarta Utara pada 14–16 November 2025 menjadi ajang yang meninggalkan catatan membanggakan bagi Hadi Firman Zyah, atlet dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Bertanding di Kategori Kelas E Putra Mahasiswa/Dewasa serta Seni Tunggal Senjata Mahasiswa/Dewasa, Hadi menjalani kompetisi dengan persiapan yang terukur, disiplin latihan, dan mental yang dijaga hingga babak penentuan.

Menjelang kejuaraan, Hadi mempersiapkan diri dengan latihan rutin yang ditingkatkan. Ia menyebut, selama dua bulan terakhir, latihan dilakukan secara konsisten dan ditambah porsi latihan hingga tiga kali dalam seminggu. Pola ini dijalankan untuk memperkuat teknik, menjaga kondisi fisik, dan membangun kesiapan bertanding. Bagi Hadi, performa di arena tidak bisa lahir secara instan, tetapi merupakan hasil dari proses yang dibangun sedikit demi sedikit.

Di balik persiapan tersebut, tantangan utama justru terletak pada pembagian waktu. Hadi mengakui harus menyeimbangkan jadwal latihan dengan kewajiban lain yang juga berjalan, seperti kuliah dan magang. Kondisi ini membuatnya dituntut lebih disiplin dalam menyusun aktivitas harian agar semua tanggung jawab bisa terpenuhi tanpa mengorbankan persiapan kompetisi. Situasi seperti ini, menurutnya, menjadi bagian dari perjuangan mahasiswa-atlet yang harus kuat di dua sisi sekaligus.

Dalam masa persiapan, dukungan dari orang terdekat turut menjadi penguat. Hadi menyebut orang tua dan teman-teman satu tim sebagai pihak yang paling banyak memberikan dukungan, terutama mereka yang turut berangkat bersama dalam event tersebut. Dukungan itu membuatnya lebih yakin dan menjaga semangat tetap stabil saat memasuki fase latihan yang padat.

Saat pertandingan berlangsung, Hadi menilai bagian paling menegangkan adalah babak final. Menurutnya, final selalu menjadi momen penentuan yang menguji mental setiap atlet. Tekanan tinggi dan situasi krusial membuat konsentrasi harus dijaga penuh. Karena itu, ia menyebut final sebagai titik paling menentukan, bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga soal kemampuan mengendalikan diri.

Terkait strategi bertanding, Hadi mengatakan ia tidak menerapkan strategi khusus yang rumit. Ia memilih pendekatan sederhana: percaya diri, tenang, dan fokus agar tidak kehilangan konsentrasi selama pertandingan. Menurutnya, ketika fokus terjaga, atlet bisa mengambil keputusan lebih tepat dan mengurangi risiko melakukan kesalahan.

Usai kompetisi, Hadi berharap prestasi yang ia raih dapat memberi semangat bagi banyak orang. Pesan yang ia sampaikan adalah agar lebih banyak orang terdorong untuk menambah pengalaman dan mengejar prestasi di bidang apa pun. Ia percaya setiap orang punya kesempatan berhasil, selama mau berproses dan konsisten berusaha.

Untuk target berikutnya, Hadi ingin mempertahankan raihan emas di event-event selanjutnya. Ia juga memiliki keinginan untuk kembali mengikuti kejuaraan di luar negeri sebagai salah satu pencapaian besar, terutama sebagai penutup sebelum lulus. Target ini menjadi bukti bahwa prestasi yang diraih bukan akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk pencapaian yang lebih tinggi.

Hadi juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih, tim, orang tua, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan serta doa. Baginya, dukungan tersebut menjadi sumber motivasi yang membuatnya tetap semangat menjalani proses latihan dan fokus saat bertanding.

Di akhir, Hadi menitipkan harapan agar semakin banyak atlet muda bermunculan, khususnya dari UNTAG Surabaya, sehingga dapat terus membawa nama kampus semakin dikenal melalui prestasi. Ia percaya, ketika semangat berlatih dan keberanian untuk bertanding terus tumbuh, peluang untuk berprestasi juga akan semakin terbuka. (Moch Dzikry Nur Alam)