Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya
Feb
Jakarta Arisaka
Championship 2025 yang digelar di Jakarta Utara pada 14–16 November 2025
menjadi ajang yang meninggalkan catatan membanggakan bagi Hadi Firman Zyah,
atlet dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Bertanding di Kategori Kelas E
Putra Mahasiswa/Dewasa serta Seni Tunggal Senjata Mahasiswa/Dewasa, Hadi
menjalani kompetisi dengan persiapan yang terukur, disiplin latihan, dan mental
yang dijaga hingga babak penentuan.
Menjelang kejuaraan,
Hadi mempersiapkan diri dengan latihan rutin yang ditingkatkan. Ia menyebut,
selama dua bulan terakhir, latihan dilakukan secara konsisten dan ditambah
porsi latihan hingga tiga kali dalam seminggu. Pola ini dijalankan untuk
memperkuat teknik, menjaga kondisi fisik, dan membangun kesiapan bertanding.
Bagi Hadi, performa di arena tidak bisa lahir secara instan, tetapi merupakan
hasil dari proses yang dibangun sedikit demi sedikit.
Di balik persiapan
tersebut, tantangan utama justru terletak pada pembagian waktu. Hadi mengakui
harus menyeimbangkan jadwal latihan dengan kewajiban lain yang juga berjalan,
seperti kuliah dan magang. Kondisi ini membuatnya dituntut lebih disiplin dalam
menyusun aktivitas harian agar semua tanggung jawab bisa terpenuhi tanpa
mengorbankan persiapan kompetisi. Situasi seperti ini, menurutnya, menjadi
bagian dari perjuangan mahasiswa-atlet yang harus kuat di dua sisi sekaligus.
Dalam masa persiapan,
dukungan dari orang terdekat turut menjadi penguat. Hadi menyebut orang tua dan
teman-teman satu tim sebagai pihak yang paling banyak memberikan dukungan,
terutama mereka yang turut berangkat bersama dalam event tersebut. Dukungan itu
membuatnya lebih yakin dan menjaga semangat tetap stabil saat memasuki fase
latihan yang padat.
Saat pertandingan
berlangsung, Hadi menilai bagian paling menegangkan adalah babak final.
Menurutnya, final selalu menjadi momen penentuan yang menguji mental setiap
atlet. Tekanan tinggi dan situasi krusial membuat konsentrasi harus dijaga
penuh. Karena itu, ia menyebut final sebagai titik paling menentukan, bukan
hanya soal hasil akhir, tetapi juga soal kemampuan mengendalikan diri.
Terkait strategi
bertanding, Hadi mengatakan ia tidak menerapkan strategi khusus yang rumit. Ia
memilih pendekatan sederhana: percaya diri, tenang, dan fokus agar tidak
kehilangan konsentrasi selama pertandingan. Menurutnya, ketika fokus terjaga,
atlet bisa mengambil keputusan lebih tepat dan mengurangi risiko melakukan
kesalahan.
Usai kompetisi, Hadi
berharap prestasi yang ia raih dapat memberi semangat bagi banyak orang. Pesan
yang ia sampaikan adalah agar lebih banyak orang terdorong untuk menambah
pengalaman dan mengejar prestasi di bidang apa pun. Ia percaya setiap orang
punya kesempatan berhasil, selama mau berproses dan konsisten berusaha.
Untuk target
berikutnya, Hadi ingin mempertahankan raihan emas di event-event selanjutnya.
Ia juga memiliki keinginan untuk kembali mengikuti kejuaraan di luar negeri
sebagai salah satu pencapaian besar, terutama sebagai penutup sebelum lulus.
Target ini menjadi bukti bahwa prestasi yang diraih bukan akhir perjalanan,
melainkan langkah awal untuk pencapaian yang lebih tinggi.
Hadi juga menyampaikan
terima kasih kepada pelatih, tim, orang tua, dan semua pihak yang telah
memberikan dukungan serta doa. Baginya, dukungan tersebut menjadi sumber
motivasi yang membuatnya tetap semangat menjalani proses latihan dan fokus saat
bertanding.
Di akhir, Hadi
menitipkan harapan agar semakin banyak atlet muda bermunculan, khususnya dari
UNTAG Surabaya, sehingga dapat terus membawa nama kampus semakin dikenal
melalui prestasi. Ia percaya, ketika semangat berlatih dan keberanian untuk
bertanding terus tumbuh, peluang untuk berprestasi juga akan semakin terbuka. (Moch
Dzikry Nur Alam)